Balas budi atau hanya sapi perah

Orangtua yang selalu minta uang pada anaknya, bolehkah?

Seorang anak merupakan tanggungjawab orangtua. Pertanyaannya sampai kapan anak menjadi tanggungjawab orangtua, apakah sampai anak kuliah? Atau  setelah menikah sudah bukan tanggungjawab orangtua lagi?

Betapa bangganya orangtua ketika anaknya sudah lulus kuliah dan bekerja. Apalagi sudah menikah dan mandiri rasanya sudah selesai tanggungjawab saya sebagai orangtua. Sekarang giliran kamu menanggung hidup kami sebagai orangtua. Rasanya kalau dipikir seorang anak itu dirawat dari kecil hingga dewasa sampai kuliah umur 22 tahunan setelah umur itu anak menanggung orangtua dari umur 23 tahun sampai orangtua meninggal. Apakah yang harus diperbuat seorang anak setelah lulus sekolah terhadap orangtuanya? Sebelum membahasnya, berikut adalah ciri-ciri orangtua sering kita temui di lingkungan kita :

1. Orangtua yang taunya minta uang ke anaknya
   Banyak anak, banyak rejeki. Pepatah ini mungkin masih dipakai sampai sekarang oleh beberapa orangtua yang malas cari rejeki untuk anaknya,  tapi taunya hanya mengais rejeki dari anak-anaknya. Miris sekali, banyakin anak hanya untuk suatu saat bisa diperas tapi kebutuhan dasar anakpun tidak dipenuhi padahal badan masih sehat tidak lumpuh dan cacat. Tapi untuk melangkah cari uangpun tidak mau, pasrah mau tidak sekolah yah sudah. Pinjaman pun akhirnya menumpuk sana sini. Ketika anak tidak bisa sekolah, anak dieksploitasi untuk bekerja. Karna sekolah hanya sampai sd tapi berparas rupawan jadilah bekerja di tempat-tempat haram yang penting asap rumah ngepul, adek adek bisa sekolah.  Setelah punya uang, anak diperas dimintain uang untuk kebutuhan sehari - hari bahkan sampai hal-hal yang tidak pentingpun. Anak harus banting tulang buat adik-adiknya, tetapi orangtua sudah dikasih uang menjadi manja dan tambah malas.

2. Orangtua yang bekerja tetapi masih minta uang sama anaknya
     Sekolah sih lulus tapi ijazah belum diambil karna spp belum dibayar dan harus dilunasin. Kadang miris dengan hal ini, orangtua bekerja tapi kebutuhan dasar anak pendidikan saja rasa-rasanya gak mau berkorban untuk itu. Anak disuruh bekerja bantu-bantu orangtua padahal masih sekolah untuk uang sangunya sendiri. Makan pun kadang-kadang gak terpenuhi. Ini karna orangtua yang gak bisa memanage keuangan. Mementingkan keegoisan diri, masalah rumah dan sekolah nanti-nanti dulu. Anaknya sekarang sudah bekerja disuruh lunasi ijazah nya sendiri dan memenuhi kebutuhan rumah dan pendidikan adik-adiknya. Aneh bin nyata, orangtua masih sehat dan bekerja tetapi kebutuhan anak untuk hal kecil saja tidak bisa. Gaji habis dalam waktu seminggu sisanya 3 minggu, anaknya yang dijadikan sapi perah memenuhi semuanya.

Inilah kenyataan sosial yang kadang masih tabu, seorang anak diharapkan membalas budi kepada orangtua kelak karna kalau tidak, dapat cap anak durhaka. Sesungguhnya anak dengan kerelaan hati akan membalas semuanya, jika anak itu merasa memang orangtua sudah berjerih payah untuk anaknya bisa sukses. Tapi sampai kapanpun anak adalah tanggungjawab orangtua. Anak akan menjadi orangtua dikemudian hari dan sepertu itu seterusnya anak yang  menjadi orangtua akan bertanggungjawab terhadap anak-anaknya kelak. Jadi, orangtua akan bertanggungjawab mengurusi dan merawat anaknya sampai anaknya pun sudah menikah karna ketika anaknya menikah dan melahirkan, anak-anak yang telah menjadi orangtua butuh mendapatkan dampingan cara mengurus anak-anaknya kelak baik secara materipun kalo anak lelakinya susah dan belum bekerja.

Memang kita sebagai anak, kewajiban kita harus memberikan kebahagiaan kepada orangtua tapi tidak melulu dengan uang. Tapi namanya hidup semuapun perlu uang, naikin haji orangtua butuh uang, sekolah butuh uang, apalagi makan. Kalaupun memang sangat susah, kitapun pasti sebagai anak tidak tega melihat orangtua susah ekonominya. Kita dapat memberi setiap bulannya. Jikapun diluar jatah bulanan ada kebutuhan yang memang sejatinya betul untuk keperluan keluarga. Kita tetap harus memberi. Tapi, jikalau orangtua dikit-dikit minta uang padahal sudah bekerja, yah harus tega dan harus memberitahu caranya memanage keuangan. Kalaupun orangtua tuanya minta uang saja sama anaknya yang sudah menikah dan  padahal orangtua  masih sehat tapi tidak mau kerja untuk kebutuhan rumah tangga, sebaiknya pun harus tega dan liat bagaimana orangtua berusaha cari nafkah untuk adik-adik yang lain. Lain hal jika belum menikah yah tetap harus bantu orangtuanya meskipun orangtuanya malas cari rejeki.

Tanggungjawab sebagai anak kepada orangtua adalah ketika orangtua sakit dan sudah tidak dapat bekerja atau melakukan aktifitas, disitu lah anak dituntut, yang walaupun dia sudah menjadi orangtua dan punya tanggungjawab rumah tangganya juga. Itu kewajiban kita sebagai anak?, merawat orangtua yang sudah tidak berdaya, seperti mereka dulu merawat kita waktu kita masih kecil dan tidak berdaya. Disini, materi, fisik, mentalpun terkuras. Kita diwajibkan mengurus dan merawat sampai ajal menjemput mereka. Meskipun dulunya mereka menjadi orangtua yang tidak sempurna, pernah menyakiti kita, pernah memeras kita. Tetapi mereka lah yang merawat kita. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita. Silahkan comment dibawah untuk sharing bersama.


Komentar

  1. Ya ampun.. ada ya orangtua kyk gtu, kupikir cma ada di sinetron doang

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini